Jumat, 29/Agu/2025         radarborneo13@gmail.com

FOTO:

Suara Damai di Tengah Demokrasi

Banjarbaru – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru, Selasa (30/07/2025). Aksi ini berlangsung tertib tanpa insiden, mengusung semangat "Aksi Tanpa Anarki".


Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan dan mengenakan almamater kampus, para mahasiswa menyuarakan keprihatinan mereka terhadap potensi kecurangan pemilu dan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara pemilu. Mereka juga menuntut transparansi anggaran dan akses informasi publik terkait tahapan pemilu 2025.


Koordinator aksi, Raka Firmansyah, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukanlah bentuk provokasi, melainkan bagian dari pengawalan demokrasi. "Kami hadir bukan untuk mengacau, tapi untuk mengingatkan bahwa demokrasi harus dijaga bersama. Ini adalah aksi tanpa anarki, suara kami adalah suara rakyat," ujar Raka.


Aparat kepolisian yang diterjunkan dalam pengamanan turut mengapresiasi jalannya aksi yang kondusif. Personel dikerahkan untuk menjaga ketertiban tanpa mengintimidasi massa aksi.


Ketua KPU Kota Banjarbaru, dalam pernyataannya, menyambut baik aspirasi mahasiswa dan membuka ruang dialog. “Kami menghargai sikap kritis mahasiswa. Semua masukan akan kami catat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kami sebagai penyelenggara pemilu,” ucapnya.


Aksi yang berlangsung selama dua jam itu ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan penyerahan surat tuntutan secara simbolis kepada pihak KPU. Mahasiswa kemudian membubarkan diri secara tertib, tanpa meninggalkan sampah atau kerusakan.


Aksi ini menjadi bukti bahwa menyuarakan pendapat di ruang publik bisa dilakukan secara elegan, tanpa kekerasan, dan tetap menjaga martabat demokrasi.